Fenomena Mikroba Antartika Berdarah Dan Cacing Pemakan Belerang
Mungkin sobat pembaca pernah mendengar fenomena 'Blood antartic' atau antartika berdarah dan juga mungkin mendengar makhluk hidup yang bisa hidup di tempat yang sangat panas. Ternyata Antartika berdarah sebenarnya sekumpulan mikroba antartika pemakan besi yang berwarna merah. Untuk lebih lengkapnya silahkan sobat lanjutkan membaca Fenomena antartika berdarah dan Cacing pemakan belerang di bawah ini.
Mikroba Antartika Pemakan Besi
Berita ini pernah menghebohkan dan pernah tersiar di TV mengenai Fenomena Darah mengalir deras di Antartika. Apakah ada pembantaian
hewan besar-besaran yang sedang berlangsung disana? Ternyata tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba
yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.
antartica blood
Menurut majalah Nature:
"Cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama
paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30
jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik."
Menurut salah satu peneliti bernama Mikucki, mikroba ini
menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks
dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.
"Ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil
bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal."
"Life Finds a Way."
Dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat
hidup di Europa, salah satu bulan Jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan
zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal.
Cacing Raksasa Pemakan Belerang
Makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di
dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.
Cacing pemakan belerang
Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter
dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang
ekstrim. Tubuh mereka didominasi oleh warna merah. Ini karena banyaknya nadi
yang berisi darah di dalamnya.
Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan
terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang
cukup.
Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa?
Makhluk ini mungkin bisa hidup di Venus, dimana terdapat
sumber belerang yang luar biasa banyak disana.
Fenomena-fenomena dimuka bumi ini bukannya hal gaib karena ternyata diketahui dikemudian haria selalu ada sebabnya secara ilmiah. Dikarenakan belum diketahui penyebabnya maka umum sering menyebutnya sebagai fenomena ataupun sebuah misteri. Jikalau kita berusaha menggunakan akal kita, nalar dan ditunjang ilmu pengetahuan secara empiris maka bisa dipastikan fenomena itu bisa kita ketahui kebenarannya.