Skip to main content

Jenis Jurus Pengendalian Tenaga Dalam

Bagi anda yang pernah mengikuti bela diri tenaga dalam dan olah pernafasan mungkin akan mengenal tingkatan jurus dalam tenaga dalam. Apapun perguruannya dan apapun nama jurusnya tiga tingkatan pengendalian dalam jurus tenaga dalam memiliki prinsip yang sama. Ada 3 Jenis Jurus pengendalian tenaga dalam berdasarkan tahapan tingkatannya. Kebanyakan yang mengikutinya hanya sampai tahapan awal dan kurang mendalami sampai dengan tahapan yang lebih lanjut. Fenomena misteri tenaga dalam sebenarnya sederhana saja.

Jenis Jurus Pengendalian Tenaga Dalam - fenomena tenaga dalam

Apakah itu Tenaga Dalam?

Tenaga dalam adalah tenaga yang diolah berdasarkan olah pernafasan dengan memaksimalkan 2 jenis pernafasan aerob dan anaerob. Dengan pelatihan pemusatan fikiran dan juga melatih tubuh dengan kondisi penarikan nafas secara teratur dan juga pola menahan nafas dan tanpa nafas maka lambat laun akan membangkit tenaga dalam yang sifat tenaganya berbeda dengan tenaga fisik. Tenaganya bisa berupa biolistrik, aura dan bahkan bangkitnya cakra. Pada dasarnya Tenaga Dalam adalah tenaga yang tertidur dalam tubuh dan dapat dibangkitkan dengan metode pelatihan khusus


Sejarah Tenaga Dalam Menurut Wikipedia

Pada 4000 SM, fenomena tenaga dalam sudah dikenal oleh orang-orang Mesir kuno. Dalam sebuah buku Papyrus "Yedimesish Ontologia" dan sudah disalin dalam bahasa Gri Kuno, menjelaskan, jika otot bahu digerakkan maka akan mengeluarkan tenaga aneh yang secara ajaib dapat merobohkan orang yang sedang marah.

Orang Mesir kuno mengenal istilah tenaga dalam dengan sebutan Krachtologi dari kata "logos" yang berarti belajar dan "krachtos" yang berarti tenaga .

Dari Mesir, Krachtologi berkembang ke Babylon, Yunani, Romawi dan Persia. Di Persia tenaga semacam ini dinamakan Dacht. Dalam Dahtayana disebutkan bahwa pada suku Bukht dan Persia, terkenal ilmu perang dinamakan Dahtuz ialah merobohkan musuh dari jarak jauh. Kaum bangsawan Persia dilatih sejenis senam waktu dinihari sehingga mereka mempunyai tenaga Daht itu.

Orang-orang Tionghoa, Tartar, Patan, Moghul, mengenal beberapa silat yang dapat merobohkan orang dari jauh. Di Tiongkok terkenal beberapa macam silat yang mempergunakan Kracht, di antaranya Gin Kang, Kwie Kang dengan jurus tinju dan Wie Kang dengan jurus terbuka. Wie Kang disebut jurus sepuluh, jurus ini tersebar sampai Vietnam, Campa, Malaya, dan Indonesia. Tumbuhlah menjadi beberapa aliran, di antaranya silat Mandar dari Sulawesi, silat Timpung dari Jawa Timur dan silat Nampon dari Jawa Barat. fenomena tenaga dalam ini jelasnya bisa dibaca pada artikel sebelumnya. 


Tenaga dalam dikenal juga dengan istilah chi, ki, cakra dan prana. Yang membedakan adalah definisi maupun metode menghimpun tenaganya. Prana lebih ke arah menghimpun tenaga alam, sedangkan chi, ki ataupun cakra lebih dengan menghimpun tenaga dalam biolistrik meskipun kadang dalam prakteknya bisa dikontakan dengan energi alam semesta.

Jenis Jurus Pengendalian Tenaga Dalam

Pada Dasarnya Sebuah Tenaga Dalam dapat dikatakan apapun bahasa memiliki tiga tingkatan. Ada yang mengatakan dengan urutan Jurus Dasar, Jurus Kasaran, Jurus Halusan. Ada juga yang mendefinisikan dengan tingkatan Jurus Dasar, Jurus Inti Tenaga, Jurus Sensitivitas dan Jurus kendali. Secara lebih jelasnya sebuah tenaga dalam yang harmonis memiliki 3 jenis jurus pengendalian terhadap Control, Sensitivitas Dan Power disingkat CSP. Detailnya sebagai berikut :

1. Power
Jurus-jurus yang menghimpun tenaga inti sebagai tenaga dalam yang mampu mengeluarkan energi dalam jumlah besar dan massive. Jurus ini memiliki efek semangat secara positif tapi bila berlebih dan tak terkendali akan memiliki sifat ego, pemarah dan energi destruktif. Jurus ini sangat kuat sebagai benteng pertahanan dan penyerangan.

2. Sensitifitas
Jurus-jurus yang melatih kepekaan terhadap energi dan dimensi di alam semesta termasuk energi biolistrik dalam diri manusia. Jurus sensitifitas akan memiliki nilai positid sebagai jurus deteksi baik sebagai jurus penyembuhan, deteksi cakra dan anomali energi di sekitar kita. Tingkatan ahli di jurus ini biasanya dinamakan dengan tingkatan “waskita” Efek negatifnya adalah bila tak terkendali akan membuat beban tersendiri bila kepekaan batas dimensi terlalu tipis dan menggangu persepsi sehari-hari dan selain itu bila terlalu peka akan membuat diri menjadi introvert dan penyendiri.

3. Control
Jurus-jurus yang melatih kendali akan kemampuan tenaga dalam baik pengendalian terhadap power maupun terhadap sensitifitas. Bila jurus ini terlatih maka akan mampu menyeimbangkan dan mengendalikan kemampuan power tenaga dalam dan kepekaan sesuai keinginan kita disaat dibutuhkan. Tingkatan tertentu dalam kesempurnaan jurus-jurus ini ada yang dinamakan “Nur illahi” dan ada juga yang mnyebut “Kundalini” bila melihat perkembangan cakranya yang sempurna dan istilah lainnya.


Demikian uraian mengenai jenis jurus pengendalian tenaga dalam, cakra, prana yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang jenis-jenis tenaga dalam dan tingkatannya. Bila sahabat pembaca ingin mempelajari hendaknya disarankan ada mentor yang ahli di bidang tenaga dalam sehingga hasilnya akan sesuai dengan harapan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.