MEMORABILIA

History | Fenomena | Misteri | Legenda | Nostalgia

Misteri Rahasia Batu Malin Kundang Terpecahkan

misteri batu malin kundang
Kisah legendaris Malin kundang anak durhaka akhirnya terpecahkan. Melalui sebuah penelitian yang dilakukan sebuah universitas ternyata diyakini bahwa cerita tersebut bisa saja benar. Bukan hanya sekedar cerita rakyat biasa atau folklore semata. Kabarnya upaya menguak Misteri Rahasia Batu Malin kundang terpecahkan melalui penelitian yang panjang. Dan hasilnya benar-benar mencengangkan!!.. Kemungkinan Batu Malin kundang adalah sebuah Mumi Batu?? Benarkah??

Para ilmuwan di Univeritas Oxford baru-baru ini telah memecahkan misteri batu Malinkundang di tanah Minang. Sekian lama batu yang menyerupai sosok tokoh Malin Kundang tersebut, dalam cerita rakyat Minang, diyakini hanya merupakan cerita legenda belaka.

Namun para ahli sekarang telah mengetahui bahwa batu tersebut diawetkan dengan formula canggih khas resep Indonesia yang kehebatannya melebihi ramuan para Mummi dari Mesir. Formula rahasia Malin kundang terkuak setelah ditemukan sisa-sisa cairan yang terdapat pada botol, terkubur secara aman, tak jauh dari batu Malinkundang.

Pada label botol tersebut tertulis dengan jelas “FOR: Malin” yang artinya “untuk Malin”. Penduduk sekitarnya dan rakyat Indonesia pada umumnya biasa menyebut “formalin” yaitu sebuah resep rahasia nenek moyang yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat, namun karena kenaikan harga BBM dan krisis yang berkepanjangan, formalin saat ini lazim dipakai untuk mengawetkan tahu, ikan asin, bakso, mie basah dan tentu saja…Mayat!!..
Seperti dapat terlihat pada batu Malin Kundang yang masih tetap awet sampai sekarang di tanah Minang.

Upps.. sorry bro en sis sekedar becanda yaa.. jangan terlalu serius. Ini Cuma hiburan saja. Hehe.. silahkan baca artikel lainnya dijamin benar-benar artikel dengan isi hal-hal  yang misterius. Peace!.. :)
 

Mitos Perlakuan Kendaraan Di Indonesia

Hari ini admin Memorabilia ingin sedikit membahas mitos-mitos ataupun kebiasaan masyarakat kita terhadap kendaraan yang dipakainya. Mitos perlakuan pada kendaraan di Indonesia ini kalo dipikir-pikir ga rasional bahkan menggelikan, tapi tanpa sadar kita sering melakukannya. Hehe.. sekedar hiburan kita bahas satu persatu yuk sob..

nyemangatin motor
kemon tor kamu bisa.. kamu kuat.. wkwkwk

1. Di semangatin
Yang satu ini admin kagak habis pikir , contohnya  motor aja ya mau ngadat tengah jalan, sisupir biasanya ngemangatin motornya "kamu bisa tor dikit lagi pom bensin itu, kamu pasti bisa jangan menyerah untuk kita bedua " Dan percaya atau tidak ente-ente semua pasti pernah lakuin hal ini khan? Hehe.. admin juga pernah sih

selamatan mobil
cakep.. jangan ngadat yaa..

2. Selamatan Mobil

Biasanya hal ini dilakukan pada mobil atau motor baru, katanya biar selamat saat digunakan tidak kecelakaan dan sebagainya. Menurut admin kalau mau selamat taati rambu lalu lintas dan gunakan safety item. Betul kagak . Tapi budaya emang harus dipertontonkan sih buat generasi muda biar kagak punah nantinya (kaya lahiran bayi aje ya sob.. hahaha).

Kisah TEUKU MARKAM Penyumbang Emas Monas

Kisah penyumbang emas monas terbesar - Teuku Markam
Tahukah kawan bagaimana emas monas itu di dapat? Monumen Nasional tersebut mengandung 38 kg emas dan ternyata 28 kilogramnya adalah dari seorang donatur asal Aceh. Siapakah dia? Inilah Kisah Teuku Markam Penyumbang Emas Monas.  Mungkin sebelumnya kita berpikir emas tersebut merupakan hasil patungan dari negara dan berbagai saudagar-saudagar kaya dan juga pinjaman luar negeri  atau bahkan dari harta rampasan perang? Memang itu benar dari emas monas di Indonesia berasal dari patungan saudagar kaya di Indonesia. Tapi yang terbesar adalah dari Teuku Markam Saudagar kaya raya dari Aceh yang sangat loyal pada Presiden Soekarno.  Teuku Markam menyumbang 28 dari 38 kilogram emas yang ada di Monas.

Teuku Markam adalah salah satu orang terkaya pada zaman pemerintahan Soekarno. Sebenarnya masih banyak sumbangsih yang Teuku Markam persembahkan untuk negeri kita tercinta ini. Diantaranya, membebaskan lahan Senayang untuk dijadikan sebagai pusat olahraga terbesar di Indonesia. Selain itu beliau juga memberikan dana kepada pemerintah orba untuk membangun jalan Banda Aceh-Medan, insfrastruktur di Aceh dan di Jawa Barat, serta pembangunan jalan-jalan yang ada di Jawa Barat.

Siapakah Teuku Markam sebenarnya? 
Ia adalah saudagar Aceh yang lahir pada tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban berasal dari kampung Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu ketika ia berusia 9 tahun. Lalu ia diasuh oleh kakanya yang bernama Cut Nyak Putroe. Ia sempat bersekolah sampai kelas 4 Sekolah Rakyat (SR). Teuku Markam kemudian tumbuh menjadi pemuda yang mengikuti pendidikan wajib militer di Kutaraja yang sekarang bernama Banda Aceh.

Selama bertugas di Sumatra Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan pertengkaran antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis. Sebagai prajurit penghubung,beliau diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diembannya sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.

Tahun 1957, Teuku Markam berpangkat kapten. Ia kembali ke Banda Aceh dan mendirikan sebuah lembaga usaha yang bernama PT Karkam. Namun perjalanannya di Aceh tidak semulus yang ia duga. Di sana ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena disiriki oleh orang lain. Akibatnya beliau ditahan dan baru keluar tahun 1958. Petentangan Teuku Markam dengan Teuku Hamzah kemudian berhasil didamaikan. Lalu perusahaan PT. Karkam dipercaya oleh pemerintah RI mengelola rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar berhenti menjadi tentara, kemudia ia melanjutkan karirnya dengan menggeluti usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya.

Bisnisnya semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor-impor dengan sejumlah Negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja, bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan DEPHANKAM dan presiden. Komitmennya untuk membantu pemerintah adalah untuk mendukung pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Peran Teuku Markam dalam menyukseskan KTT Asia Afrika tidak sedikit. Beliau termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain. Berkat bantuan para konglomerat itulah KTT Asia Afrika berhasil memerdekakan Negara-negara yang ada di Asia dan Afrika.

Namun sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tak ada artinya di mata pemerintahan Soeharto. Dengan sepihak ia difitnah sebagail PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme. Akibat tuduhan itu ia dipenjarakan pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan ke tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba di jalan Percetakan Negara. Tak lama ia dipindahkan lagi ke tahanan Cipinang, lalu terakhir ia dipindah lagi ke tahanan Nirbaya di Pondok Gede Jakarta Timur. Pada tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Soebroto selama kurang lebih dua tahun.

Tak hanya di situ. Pemerintah orde baru juga merampas hak milik PT. Karkam dan merubahnya menjadi atas nama pemerintah. Itulah kisah sedih si penyumbang emas. Banyak seumbangsih yang dia beri kepada pemerintah Indoensia, tetapi sama sekali tidak diharga. Malah Teuku Markam hidup sengsara di hari tuanya. itulah perangai buruk pemimpin yang ada di zaman orba. sehabis dipakai, pelepahpun dibuang. Begitulah kata yang cocok untuk menggambarkan peran seorang Teuku Markam di ranah perjuangan Indonesia. 

Banyak orang yang masih belum mengenal beliau, tetapi sumbangsihnya banyak orang yang tahu. Disini saya hanya ingin sekedar berbagi, dan menyadarkan semua orang, kalau masih banyak orang-orang yang telah berjasa bagi negeri ini, tapi mereka sama sekali tidak dihargai jasanya oleh pemerintah. Sungguh suatu kebobrokan yang sengat keji! Jadi jangan salah kalau daerah-daerah yang ada di pinggiran negeri memninta untuk merdeka. Karena mereka tidak merasa merdeka. Sebaliknya mereka merasa dijajah oleh bangsa sendiri.

4 Misteri Mengerikan Nusa Kambangan!

Benteng Nusakambangan - Misteri LP Nusakambangan
Misteri Pulau Nusakambangan
Pernah mendengar Pulau Nusa Kambangan? Sebuah pulau tempat area penjara terpencil narapidana kakap di Indonesia? Pulau Nusakambangan konon menyimpan beberapa misteri didalamnya. Termasuk misteri mistis. Di bawah ini ada 4 Misteri mengerikan Nusakambangan yang menjadi cerita dari mulut ke mulut ataupun kesaksian beberapa orang yang mengalaminya. Pulau Nusakambangan juga terkenal sebagai tempat eksekusi bagi para pidana berat. Misteri kijang emas dan kawuk pemakan mayat adalah dua diantaranya.

Nusa Kambangan merupakan nama sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat eksekusi para terpidana mati dan juga tempat dikurungnya orang-orang dengan kasus pidana berat. Nusa kambangan juga merupakan salah satu Lembaga Pemasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia.

Pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia. Untuk mencapai pulau ini orang harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus yang di kelola oleh sebuah Departemen R.I.
yaitu dari Pelabuhan Sodong menyebrang ke Cilacap, Jawa Tengah selama kurang-lebih lima menit dan bersandar di Pelabuhan feri Wijayapura di Cilacap.
Namun, tau kah anda jika pulau ini menyimpan segudang misteri yang memang telah dipercaya oleh para sipir yang berjaga disina? beberapa misteri bahkan di akui disaksikan langsung oleh para sipir disana.

Berikut ini adalah 4 Misteri yang ada di LP legendaris Nusa Kambangan:

1. Kijang emas kebal peluru
Malam itu Ageng memulai perburuan. Dia berangkat selepas magrib dari kediamannya di kompleks perumahan sipir Lembaga Pemasyarakatan Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Di tengah gelap dekat lokasi eksekusi Amrozi, Ageng melihat seekor kijang. Hewan dilindungi itu bertanduk kuning menyerupai emas dengan tanda putih di paha kiri.

Ageng lantas mengangkat senapan. Dia membidik ke arah sasaran. Sekejap kemudin terdengar bunyi letusan, namun kijang itu tidak tersungkur. Di mencoba lagi, hasilnya nihil. “Ditembak berkali-kali nggak mati,” katanya saat bercerita di atas bukit kapur Pulau Nusa Kambangan.

Bukannya lari, kijang sakti itu malah memutar lehernya ke belakang. Sontak Ageng kaget. Dia lantas membenamkan senapannya ke tanah dan mengarahkan lagi ke arah kijang. Hewan itu langsung lari tunggang langgang dan menghilang. “Katanya kalau nggak mempan, kita tinggal benamin pucuk senjata ke tanah. Eh ternyata benar dia lari,” ujarnya.

Bukan pertama kali Ageng menemui kijang emas saat berburu di Nusa Kambangan. Menurut dia, binatang ini kerap berpindah-pindah mengelilingi pulau itu. Kijang itu sering terlihat di areal eksekusi terpidana mati teroris Bom Bali I Amrozi dan Imam Samudera. “Sering terlihatnya di tempat eksekusi Amrozi,” ucap Ageng.

Anggota Ikatan Putra Putri Nusa Kambangan (IPANA) bernama Slamet membenarkan keberadaan hewan kebal tembak itu. Kejadian dialami Slamet sama seperti Ageng. Saat hendak menembak, senapan miliknya justru tak bisa meletus tanpa sebab jelas. Berkali-kali dia mengokang, berkali-kali pula dia gagal. “Setelah keluar dari hutan, baru bisa meletus,” tutur Slamet.

Kejadian aneh dialami Slamet terus berlanjut. Saat hendak pulang dia kesasar. Padahal jarak pintu masuk hutan dari tempat dia menemukan kijang emas hanya sekitar 15 meter. “Sempat nggak bisa pulang, padahal jalan keluarnya dekat,” katanya. Baru setelah membaca basmalah, Slamet bersama dua rekannya bisa menemukan jalan keluar. “Jalannya langsung kelihatan.”
Ageng dan Slamet meyakini kijang emas itu merupakan salah satu penjaga Nusa Kambangan. “Kayaknya salah satu penjaga pulau ini,” kata Ageng.

2. Akar mimang bikin kesasar
Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Cilacap, Jawa Tengah. Namanya kesohor sejak zaman Belanda lantaran dikenal sebagai tempat para tahanan politik. Di pulau ini ada sebuah benteng peninggalan Belanda. Pulau itu kini dikenal karena penghuninya narapidana kelas kakap.

Kusni Kasdut, penjahat era 1980-an berperilaku seperti Zoro pernah mendekam di penjara Nusa Kambangan sebelum dihukum mati. Selain itu ada Jhony Indo, narapidana paling dicari dan tersohor lantaran berhasil melarikan diri dari Nusa Kambangan. Lalu ada terpidana teroris Bom Bali I, Amrozi dan kawanannya dan teranyar John Kei juga baru saja dipindahkan ke penjara kelas berat ini.
Banyak yang menyamakan Nusa Kambangan dengan penjara di Pulau Alcatraz, Teluk San Francisco, California, Amerika Serikat. Bedanya Alcatraz merupakan pulau karang sedangkan Nusa Kambangan ialah pulau dengan kekayaan alam melimpah dan banyak gua alam.

Namun keelokan pulau ini rupanya memiliki keangkeran. Jangan sembarangan masuk ke dalam hutan di Nusa Kambangan. Salah-salah bisa kesasar alias tidak bisa keluar. Salah satu jenis pohon paling dihindari yaitu akar mimang. Tumbuhan merambat ini tidak boleh dilangkahi. Jika hal itu dilakukan, ada kepercayaan bakal berputar-putar di tempat.

mencoba masuk ke dalam hutan saat mereportase di bukit kapur. Salah seorang pengantar, Ageng, bercerita soal pantangan melangkahi akar Mimang. “Ayo kita turun sebelum keluar akar Mimang,” katanya seraya menunjuk ke arah sebuah akar mimang di sebelah dia. “Iya ini akar mimang,” ujarnya dengan logat Cilacap kental dikenal dengan sebutan bahasa ngapak.
Jarum jam saat itu menunjukkan pukul lima sore. Keadaan mulai gelap ditambah suara hewan-hewan liar hutan mulai terdengar bersahutan.

Slamet membenarkan soal pantangan melangkahi akar mimang. Bila melangkahi pohon merambat itu bakal sulit mencari jalan pulang. Namun Slamet punya jurus jitu mengatasi hal itu. Orang tuanya dulu berpesan kalau hendak masuk hutan sebaiknya menandai pohon besar menggunakan golok sebagai tanda pengingat jalan. “Tergantung niat sebenarnya, selama baik pasti tidak apa-apa.”

3. Penunggu Mustika Biru
Ada cerita menarik dari Nusa Kambangan. Dibalik angkernya penghuni di dalam lembaga pemasyarakatan ada di sana, penunggu dipercaya dari alam gaib juga paling ditakuti di pulau ini. Seorang paranormal nyaris meninggal saat mengangkat batu Mustika Biru di Gua Ratu, Nusa Kambangan.

Ceritanya begini. Seorang paranormal kenamaan dari Jakarta dua tahun lalu datang ke sana. Dia lalu bersemedi seharian di dalam gua untuk mengambil mustika. Saat Mustika itu keluar, sang paranormal tidak sadarkan diri dan nyaris meninggal.

Beruntung saat itu seorang petugas lembaga pemasyarakatan menemukan dia. Paranormal itu diberikan segelas air dan langsung sadar. “Dia hampir mati, untung ada petugas lembaga pemasyarakatan menemukan dia,” kata Slamet, anggota Ikatan Putra Putri Nusa Kambangan (IPANA).

Menurut Slamet, cerita berkembang di masyarakat pesisir pantai Cilacap mengatakan paranormal itu ingin mengembalikan penunggu Gunung Gede ada di Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan hasil tirakat di Gunung Gede, dia dibisiki untuk menjemput sang penghuni di Nusa Kambangan.
Karena jika tidak, bakal ada bencana di Gunung Gede. “Katanya bakal ada bencana, karena penunggunya pindah ke Nusa Kambangan,” ujar Slamet.

Selain Mustika Biru, Slamet mengungkapkan ada macan kumbang berkeliaran di dalam hutan. “Ciri-cirinya bau anyir,” ucapnya. Saat ini, kata Slamet, macan itu memakan ternak milik warga di Nusa Kambangan. Turunnya macan itu dipercayai lantaran di daerah Cilacap belum turun hujan. “Karena di atas nggak ada air,” ujarnya.

Namun macan ini belum pernah mencekam warga Nusa Kambangan. Binatang ini bakal lari jika bertemu warga. “Mungkin karena di sini tidak seperti di Kalimantan. Kalau di sana kan diburu,” tutur Slamet.

4. Kawuk pemakan mayat
Bentuknya seperti biawak, berkaki empat, pemakan daging. Penciumannya tajam persis komodo. Bedanya dengan dua hewan melata itu, kawuk berdiri, liar menyerang manusia. Warga Solok Timur, Pangandaran, Jawa Barat, pantang menyimpan mayat di rumahnya.

Solok secara wilayah masuk Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Jika menyusuri melalui kapal nelayan bisa menghabiskan sekitar empat jam dari pesisir Cilacap. Tempatnya terisolasi dari kawasan pulau Alcatraz Indonesia itu. Akses tertutup dan medan sulit sebab jalan masih terbatas.

Heri, nelayan ikan sekaligus pengantar wisatawan lokal atau mancanegara, membuktikan dengan mata kepalanya sendiri. Gerombolan kawuk mengejar mayat temannya tewas di dekat perkampungan Solok Timur.

Penerangan di Solok belum memadai. Jika malam tiba, genset mulai dioperasikan memasok listrik di desa paling selatan itu. Mengurai rasa penasarannya dengan sosok binatang pencari bangkai itu, dia harus melindungi teman sesama nelayan.

Sudah kemalaman, jenazah harus dibawa ke kapal. Soalnya kawuk datang sekitar sepuluh ekor, kita semua buru-buru bawa pergi,” katanya di atas kapal miliknya, di Cilacap, Jawa Tengah.
Penduduk Solok sudah terbiasa sejak matahari terbenam memilih berdiam diri rumah. “Kalau malam sudah jarang keluar rumah. Bila keluar minimal harus bawa golok,” ujar Heri.
Pulau seluas 21 ribu hektare itu memang cukup nyaman menjadi habitat binatang liar: macan kumbang, macan tutul, dan binatang melata. Konon pada 1990-an pernah dilepas setruk ular kobra di Nusa Kambangan. “Sekarang sudah ratusan mungkin, beranak
pinak,” tuturnya.

Heri mengatakan kondisi menakutkan memang disebar di pulau penjara kelas kakap itu. Selain cerita mistis, hewan-hewan jadi-jadian pun terekam oleh mata penduduk asli. “Ada juga hewan berkepala anjing, berbadan manusia penuh bulu. Sebutannya aul,” kata Heri.

Saat itu temannya sedang menebang pohon di tengah pulau. Menjelang sore sosok aul terlihat sekelebatan mata. Bentuknya aneh, jalannya miring, kepala dan badannya terbalik. “Dia nggak menyerang, jalan cepat langsung menghilang,” ujarnya.

Aul diyakini sebagai seseorang sedang menimba ilmu hitam. Sebelum ilmunya sempurna, orang itu berubah menjadi manusia serigala dan kerap memangsa kambing.
Tak ada mengetahui awal ceritanya. Kisah tak berujung seperti itu memang dibuat sengaja untuk menghindari pengunjung luar memasuki Nusa Kambangan. Alam menyimpan rahasianya dengan rapat.

Kejayaan Musik Indonesia ada di Era 80--90

Kejayaan musik Indonesia
Sampai kini admin masih sering mendengar lagu-lagu favorit di era 90an bahkan musik di era 80an. Bukannya apa-apa memang kualitas musiknya lebih baik dibanding sekarang (menurut saya). Selain masalah nostalgia, kenangan dll rasanya patut diakui bahwa kejayaan Musik Indonesia ada di Era 80-90 bahkan para musisi senior Indonesiapun mengakuinya. Disadari atau tidak iklim musik Indonesia saat ini yang sepertinya masih dalam proses level titik terendahnya meskipun pergerakan pembaharuan mulai muncul. Sedikit demi sedikit muncul penyanyi dengan kualitas yang baik.

Penurunan ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak pertengahan tahun 2000’an dimana munculnya keseragaman diantara pelaku musik Indonesia, baik yang dalam format solo maupun band. Misalnya sulitnya membedakan antara musik dan penampilan Titi DJ, Rossa dan Krisdayanti. Sekarang? 

Dewa 19 - Band era 90
Beberapa tahun terakhir ini bahkan panggung musik Indonesia diserbu oleh segerombolan band-band yang justru mengusung musik dan penampilan yang sama yang membuat saya bahkan tidak bisa menyebut namanya satu persatu saking banyak dan seragamnya. Keadaan ini makin diperburuk dengan fenomena bahwa setiap mahluk bisa menjadi penyanyi, itu sebabnya Olga Syahputra, Nikita Willy atau Luna Maya yang bermodalkan popularitas dan suara pas-pasan dengan percaya diri tingkat tinggi merambah dunia musik. Tak terkecuali penyanyi-penyanyi yang kemudian besar karena drama infotainment seperti Syahrini dan Ayu Ting Ting. Atau penyanyi-penyanyi kagetan yang terlanjur ngetop lewat fasilitas Youtube seperti Shinta & Jojo dan Briptu Norman. Kemudian masih diperparah dengan gerombolan imitasi girlsband/boysband Korea yang begitu percaya diri tampil melakukan gerakan-gerakan konyol diatas panggung sambil lipsynch. Besok atau lusa, entah fenomena menyedihkan seperti apa lagi yang akan semakin memperburuk citra musik Indonesia.

Kla project - Band era 80-90
Saya merasa beruntung tumbuh pada era 80-90’an dimana saya menjadi salah satu saksi betapa dulu musik Indonesia begitu variatif dengan eksistensi band-band atau penyanyi-penyanyi solo yang memang benar-benar punya kwalitas dan tentu saja popular. Di masa remaja saya dulu, saya yakin ada sejumlah band yang muncul dan popular secara bersamaan, misalnya Dewa 19, Kla Project, Java Jive, Slank, Grass Rock, Protonema, Adegan, Boomerang, Edane, dll. Meski sering muncul secara bersamaan, tetapi masing-masing band ini tidak saling tiru seperti yang terjadi pada band-band zaman sekarang. Masing2 band justru membawakan jenis musik yang berbeda dengan karakter masing-masing. Misalnya Slank yang terkenal dengan lirik lagunya yang ceplas-ceplos, atau Dewa 19 yang sangat Sweet Rock, Java Jive yang pop progresif, Krakatau yang Pop Jazz, Protonema yang kalem, Gigi, Boomerang yang cadas, Adegan mengusung warna Rock dengan sentuhan Jazz.

Dijajaran penyanyi solo juga tak kalah variatif, ada Andy Liany, Anang (dulu Anang ini sangat keren dengan rambut panjang dan band Kidnap-nya, tetapi sekarang justru sangat memprihatinkan), Hengky Supit, dll. Sementara dari barisan perempuan, jangan harap akan menemukan penyanyi dengan tatanan rambut aneh dan bulu mata mencuat. Kubu penyanyi perempuan memang terbilang ramai, ada Ita Purnamasari, Atiek CB yang berpenampilan sensual dan kacamata hitam, Nicky Astria, Anggun C. Sasmi dengan ciri khas baret dan suara melengking, Mel Shandy, Conny Dio, Inka Christy yang mengusung musik Rock Melayu, dll. Ita Purnamasari dan Mel Shandy bisa dibilang berani beda, Ita kerap tampil diatas panggung sambil bermain piano, satu bakat dan aksi panggung yang jarang ditampilkan oleh penyanyi perempuan Indonesia lainnya. Sementara Mel Shandy berani mengusung musik Metal pada beberapa penampilan dan lagu-lagunya. Lalu ada juga Ruth Sahanaya dan Vina Panduwinata yang meskipun sama-sama mengusung warna musik yang hampir sama, tetapi karena masing-masing memiliki karakter vocal dan penampilan yang kuat keduanya justri tidak pernah terlihat seragam,

Krakatau - Band keren era 80an
Satu hal yang sekarang sulit ditemukan dijajaran penyanyi perempuan zaman sekarang. Format kelompok vocal juga tak kalah menarik, ada Trio Libels (yang merupakan tiga sahabat sejak bangku SMA), Coboy (lima model pria yang mencoba peruntungan didunia tarik suara) serta kelompok vocal perempuan paling sukses dan fenomenal : AB Three yg masing-masing personilnya adalah jebolan festival nyanyi tingkat Asia.

Ada geliat juga dari industry musik anak-anak, sebut saja nama-nama seperti Sherina, Joshua, Enno Lerian dan Tasya yang menyanyikan lagu sesuai dengan umur dan anak-anak seusianya. Musik Indonesia tidak melulu didominasi musik Pop atau Rock karena jalur musik Rap pernah meraja. Ada Iwa K dan Denada yang sempat begitu mengharu-biru panggung musik dengan warna musik yang masing tergolong asing di industry musik Indonesia. Dijalur musik dance, ada Imaniar yang menjadi solois yang kerap tampil dengan barisan penari latar yang energik. Dengan karakter mereka yang begitu kuat, bahkan tak ada wajah-wajah baru yang berani menjadi versi imitasi mereka seperti yang terjadi pada penyanyi-penyanyi/band-band zaman sekarang yang saling jiplak jenis musik dan penampilan.


Jika di Amerika atau Eropa ada MTV atau VH1 yang menganggap bahwa era 80-90’an sebagai era dimana industry musik berada pada masa keemasannya sehingga memiliki program khusus yang menayangkan video-video music tahun 80-90’an dalam program bernama The Sound of 80-90’s hingga industri msuiknya tetap memiliki medium flashback dari masa lalu yang mencatat dokumentasi musik-musik berkwalitas lewat video musik untuk dijadikan inspirasi. 

Bagaimana dengan di Indonesia?. Menayangkan kembali video-video music tahun 80-90an dilayar kaca mungkin bisa menjadi semacam refresh memory betapa dulu musik Indonesia pernah begitu berkwalitas. Bisa juga menjadi pembelajaran kepada industri musik sekarang bahwa musik/lagu dan artis/band yang berkwalitas tak akan mungkin tergerus oleh yang baru. Sehingga akan lebih baik (misalnya) jika industri musik kita berkiblat kepada kesuksesan industry musik tahun 80-90an daripada terinspirasi oleh musik/artis Korea yang sejak zaman dulu tidak pernah terdengar punya kwalitas yang mampu menggebrak dunia.